fbpx

    One Piece Film Red Review: Anime Musikal Dengan Akhir Pertarungan Dahsyat

    Film ini benar-benar bisa dinikmati siapapun, bahkan untuk yang tidak mengerti tentang One Piece sekalipun

    Serial Manga populer One Piece, melangkah gemilang pada tahun 2022. Selain kisah Wano yang resmi ditutup dengan apik, banyak sekali proyek-proyek baru yang dihadirkan. Seperti pengumuman serial adaptasi Live-Action di Netflix dan game One Piece: Odyssey. Hingga yang baru saja tayang di Bioskop Indonesia pada 21 September 2022, One Piece Film: Red. Film ini sukses menjadi salah satu box office sepanjang masa menurut laporan twitter official One Pice Film: Red.

    One Piece Film: Red memang yang berbeda dari judul Anime Movie One Piece lainnya. Film ini dominan akan genre musikal, namun tetap menawarkan kisah yang menarik dan juga duel yang luar biasa. Berikut ulasan bebas spoiler saya tentang One Piece Film: Red.

    Bergenre musikal dan berfokus pada karakter Uta

    Eiichiro Oda, Toei Animation

    Jika konflik yang ditawarkan Anime Movie One Piece biasanya berfokus pada perjalanan Luffy dan kawan-kawan, One Piece Film: Red cukup menawarkan konsep yang berbeda. Memperkenalkan karakter baru bernama Uta, seorang anak perempuan Shanks yang memiliki talenta bersuara indah. Film ini murni bergenre Musikal, karena dominasi adegan dan aksi Uta dalam bernyanyi. Nilai plus-nya adalah, musik-musik yang menjadi Soundtrack film ini sangat enak. Walaupun berbahasa Jepang, alunan nadanya sangat ‘Catchy’ di telinga.

    Alur ceritanya berfokus pada Uta. Boleh dibilang, Uta adalah karakter utama pada One Piece Film: Red, bukan Luffy. Hal tersebut sama sekali tidak menjadi problema. Perjalanan Uta menjadi seorang Idol sangat menarik untuk disimak. Terlebih lagi mengenai masa lalu dan ikatannya bersama Shanks.

    Munculnya nama-nama besar dan pertarungan penutup yang dahsyat

    Eiichiro Oda, Toei Animation

    Tentunya film ini juga memiliki daya tarik lainnya, yaitu menghadirkan nama-nama besar karakter dalam kisah One Piece. Seperti Law, Barto, Katakuri, Blueno hingga Coby. Setiap karakter yang dihadirkan diberikan momen bersinar yang cukup. Saya menilai, pemilihan karakter-karakter yang diselipkan pada kisah menjadi elemen yang tepat untuk membangun interaksi dan kisah film ini. Hal lain yang menjadi sorotan saya amenyelipkan komedi pada adegan-adegan yang tak terduga. Fans One Piece pasti sangat kenal akan guyonan khas Oda-sensei ini.

    One Piece Film: Red ditutup dengan duel dahsyat sebelum konklusi cerita. Animasi dari Toei Animation patut diancungi jempol pada adegan ini. Ditambah lagi, banyaknya aksi dan interaksi dari karakter-karakter yang ditunggu-tunggu oleh para fans. Penggambaran tersebut patut diancungi jempol!

    Akhir kata saya sangat merekomendasikan untuk menonton One Piece Film: Red di Bioskop. Film ini benar-benar bisa dinikmati siapapun, bahkan untuk yang tidak mengerti tentang One Piece sekalipun. Saran saya siapkan tisu untuk basuh air mata.

    Share:

    Share on facebook
    Facebook
    Share on twitter
    Twitter
    Share on whatsapp
    WhatsApp
    Share on email
    Email

    Leave A Reply

    On Key

    Recent News